Belajar Dan Berbagi

Romance Cerpen

Seberkas Harapan Senja

#noprianto97
 
Ketika sang surya mulai mengendap di ujung peraduan , warna laut yang mulai keemasan mengiringi senja indah di sore itu . riak – riak air laut nampak mencumbui pasir di pinggir pantai ,hingga nampak kapal – kapal nelayan yang mulai menepi berjejer rapi ditepi pantai itu . hembusan angin dari tengah laut mulai terasa mengangkat pori – pori kulit ku yang sedari tadi dengan nyaman duduk diantara bebatuan besar yang tetap kokoh berdiri meski dihempas ombak  dengan kerasnya.
Namaku Mony Farentika , aku biasa dipanggil Mony. Aku mahasiswi  semester 3 Biologi di salah satu Universitas Negeri di Bandung . Aku memang terbiasa menghabiskan waktu  bercengkrama dengan senja ketika pikiran dipenuhi dengan masalah atau hanya sekedar mengadu kepada deburan ombak dengan teriakan yang sering aku lampiaskan dari masalah yang menggerogoti pikiranku . Untuk sekedar berimajinasi menenangkan pikiran membayangkan terbang bersama burung camar yang dengan bahagia mengiringi senja di kala itu .   
Duduk Tertegun sambil memeluk diri  dengan dagu yang menempel diatas lutut , aku pandangi senja yang masih berbaik hati menampakkan keindahan nya di sore itu . Kuseka air mata yang terjun bebas dari pelupuk mata ini hingga pipi ini nampak bermandikan oleh tetes demi tetesnya . benar – benar menyedihkan , aku bahkan menangis dan selalu menangis karena satu hal . karna sosok pria itu aku merasa sangat menyedihkan . aku bahkan tidak pernah mengerti atas alasan dari kesedihan ini .
“Hey,apa yang kau lakukan disini sendirian ? “ terdengar suara dari belakang yang cukup mengagetkanku .Sambil mengusap – ngusap mata yang nampak memerah ini, aku mulai menolehkan pandangan menuju sumber suara yang aku dengar . “Eh,kamu vin ,ngapain kamu disini ?” tanyaku dengan gugup . ternyata suara itu dari alvin,dia adalah sahabatku sejak dari SMA . aku cukup dekat dengannya .Ia bahkan cukup dekat dengan keluarga – keluargaku.  “Eh,kamu abis nangis ya ?” tanya alvin yang nampak cukup kaget melihat mataku yang memerah . “Enggak kok vin,tadi aku main – main pasir , tapi tadi anginnya kencang jadinya kelilipan deh “ jawabku sambil memalingkan muka darinya dan mencoba menyembunyikan kesedihan ini darinya .”Udah,kamu nggak usah bohong deh mon,percuma juga kamu tutupin kesedihan kamu itu ,aku itu udah lama kenal kamu mon . Pasti gara – gara dia lagi  ya ?” tanya Alvin sambil memandangiku yang sudah tidak mampu lagi menahan tetesan air mata ini . “sok tau kamu vin , aku nggak apa – apa kok,beneran “ jawabku sambil terbata – bata . “Mon,aku kan udah sering bilang sama kamu,nggak ada gunanya kamu mikirin orang yang sedikitpun tidak pernah menghargai rasa peduli kamu . Aku nggak mau lihat kamu  terus – terusan nyiksa diri dengan kesedihan itu mon “ ucap Alvin sambil menenangkanku. Mendengar perkataan alvin itu, seakan air mataku kembali terjun bebas di pipi ini . “Vin,aku juga nggak tau kenapa aku sampai kayak gini . Tapi aku juga nggak bisa bohongin diri aku sendiri,aku masih sayang sama dia.Aku tahu dia nggak pernah menghargai semua yang aku kasih sama dia ,tapi setidaknya dia pernah  bikin aku ngerasa dunia ini indah dengan cinta yang  pernah dia tunjukin ” Tangisan ku pun semakin menjadi – jadi . “iya mon aku ngerti perasaan kamu, setidaknya sekarang kamu harus sadar bahwa kamu udah dibodohi oleh rasa sayang kamu sendiri . Kamu nggak boleh terus – terusan kayak gini . Kamu harus ngerti mon,selama 3 bulan kamu pacaran dengannya , dia nggak pernah nganggep keberadaan kamu di sampingnya .Sekarang kamu harus bangkit , lupain dia .” Alvin tampak mengulurkan tangannya ke arahku sambil memegang sebuah sapu tangan jingga yang bermotif kotak – kotak . “nih , Kamu nggak boleh sedih lagi ya ”ucap alvin. “Makasih ya Vin” jawabku sambil mengambil sapu tangan ditangannya sembari melayangkan sedikit senyuman kearahnya .
Ketika ruang terus bersekutu pada waktu , senja itu nampak sudah mulai menghilang . Satu persatu tiang lampu yang berdiri tegak di sepanjang hamparan pantai mulai memancarkan sinarnya . “Udah,sekarang kita pulang ya mon. Udah mulai gelap ini “. “Iya,ayok.’’ jawabku sambil berdiri dan bangkit dari duduk kami . Kamipun mulai melangkahkan kaki menuju tempat parkiran menuju motor bebek alvin yang berwarna hijau itu . “Aku anterin kamu pulang ya ?” tanya Alvin sambil menghadap kearahku sembari  aku membalas dengan senyuman dan sedikit anggukan kepala . 
 Beberapa hari berlalu,dihari itu aku pulang lebih cepat dari biasanya , aku diantar teman kampusku karena aku jatuh pingsan ketika hendak menuju salah satu kantin dibelakang gedung kuliah kami .  Aku bahkan harus dilarikan kerumah sakit akibat kejadian itu . Kepalaku terasa begitu sakit , tubuhku terasa begitu lemah . Aku memang didiagnosa mengidap penyakit tifus kronis yang sudah aku derita selama bertahun – tahun belakangan ini . Akibat sakit ini,tubuhkan rentan lemah . Sedikit letih dapat menyebabkan penyakit ini menyakiti ku . Bahkan tubuhku nampak kurus dan mukaku seringkali pucat ketika sedikit saja kelelahan .
Dengan tubuh yang masih terasa lemah , selang infus nampak tertancap di tangan ku . bahkan hidungku mulai tidak nyaman dengan bau obat – obatan yang cukup mengganggu . Aku memang dikenal sedikit bermusuhan dengan obat , seringkali aku lebih suka menahan sakit tanpa memberitahukan kepada ibu ketimbang harus menelan butiran – butiran pahit itu. Aku mecoba membuka mata dan ibu nampak mendengar ku yang meringis kesakitan . “Alhamdulillah,kamu udah sadar nak .”ucap ibu yang nampak bahagia sambil mengusap kepalaku . “Aku dimana bu ?” tanyaku dengan bingung . “kamu dirumah sakit nak , kamu pingsan ketika di kampus , teman – temanmu yang mengantar kamu pulang kemarin .” ketika sedang bicara dengan ibu , tiba – tiba pandanganku teralih fokus ke salah satu sudut ruang tempat aku dirawat . “Bu,itu Alvin ? “ tanyaku dengan kaget . “Iya nak, dari tadi malam alvin jagain kamu disini . Ketika ibu pulang dia sendiri yang ngejagain kamu . Dia nampak begitu lelah hingga ia tertidur di kursi itu .” Entah kenapa saat mendengar pernyataan ibu , aku nampak terdiam . Aku tidak tau alasannya , hanya saja aku merasa bersalah atas apa yang ia tunjukan padaku . Selama ini Alvin sudah cukup berkorban untuk keinginan – keinginan manjaku .Dan sekarang, ia bahkan rela begadang semalaman demi ngejagain aku disini .
Tiba tiba , “eh,kamu udah sadar Mon .”tanya Alvin yang tiba–tiba terbangun dari tidurnya . “iya Vin . Harusnya kamu nggak usah bela – belain ngejagain aku sampai segini nya, entar malah kamu yang sakit juga Vin ” ucapku .“Udah,aku udah  biasa kok Mon , yang penting sekarang kamu udah sadar” Jawab alvin sambil mengusap – usap kepalaku . “yaudah,sekarang mendingan kamu pulang dulu ya . kamu istirahat dulu dirumah,aku udah nggak apa – apa kok Vin “ . “yaudah iya aku pulang,tapi kamu harus cepat sembuh ya ,lawan sakit itu  . aku pulang dulu ya mon,buk “.ucap Alvin sambil menuju pintu keluar “iya vin,hati – hati ya” jawab ibu sambil memandangi alvin .
Satu bulan berlalu, aku bahkan tidak masuk kuliah hingga dua minggu akibat sakit itu . dihari itu tepatnya tanggal 7 November dengan perasaan lelah aku pulang dari kampus , betapa terkejutnya aku saat membuka pintu rumah . “Happy birthday to you ,happy birthday mony “. Dengan wajah terkejut , mulutku tampak tak bisa berkata apa  - apa . Dihadapanku alvin memberi kejutan tak terduga , dihari ulang tahunku yang bahkan aku sendiri lupa kalau aku hari ini ulang tahun . Sebuah kue tar berwarna biru dipegang alvin dengan lilin berbentuk angka 19 diatasnya yang sudah dinyalakan . Tanpa sepengetahuanku,Alvin beserta teman – teman sudah menyiapkan ini dari jauh – jauh hari . “Tiup lilinnya , tiup lilinnya sekarang juga”.Alvin bernyanyi sambil mengarahkan kue tar itu ke hadapanku . Sambil memanjatkan doa dalam hati kutiup lilin itu yang diiringi tepuk tangan dari teman – teman .”Mon,ini buat kamu” ucap alvin sambil memberikan sebuah boneka beruang berwarna coklat yang cukup besar.  “Vin,kamu nggak perlu sampai serepot ini . Udah terlalu banyak kamu berkorban buat aku “. “Nggak mon,aku bahkan jauh lebih merasa bahagia ketika aku mampu bikin kamu senang seperti ini . aku Cuma berharap selalu punya waktu buat nunjukin rasa peduli aku  ke kamu mon “ucap alvin . “maksud kamu apaan sih vin “ tanyaku dengan sangat bingung . “mon, aku nggak bisa bohongin diri aku sendiri ,aku sayang sama kamu . aku mungkin nggak sebaik dari orang – orang yang pernah kamu kagumi . Aku hanya mampu nunjukin rasa peduli aku ke kamu dengan hal – hal sederhana kayak gini .” aku terdiam mendengar pernyataan alvin,tatapan ku kosong .Tetes air mata tanpa permisi jatuh di pelupuk mata. sejenak aku berfikir, “betapa bodohnya nya aku dengan tidak menyadari besarnya rasa peduli yang alvin tunjukin selama ini . Aku bahkan terbelenggu dalam ruang imajinasi dengan memikirkan orang yang tidak pernah peduli terhadap aku . Ketika itu , jauh lebih banyak sesuatu yang aku pikirkan dibandingkan sesuatu yang mampu aku ungkapkan . Aku bahkan pernah dibodohi oleh rasa kagum yang salah aku tempatkan .
Sejak hari itu aku dan alvin menjalin sebuah hubungan , menghabiskan banyak waktu bersamanya . hingga aku mendapatkan cinta yang besar dari ketulusan yang alvin tunjukan . dari sini aku bisa belajar , untuk lebih mendewasan diri . Aku sadar , jauh lebih baik menghargai rasa peduli seseorang yang tulus,dibandingkan mengejar seseorang yang hanya menjadikan aku sebagai pelampiasan . Cinta mampu mengubah dunia seseorang .Terkadang cinta mampu membuat seseorang bodoh melihat dunia , namun cinta juga dapat menyadarkan seseorang bahwa dunia itu indah tanpa kebodohan .  Cinta dari seseorang yang kamu kagumi dalam diam hanya akan mengajarkan kamu arti sebuah pengorbanan demi suatu harapan yang kamu perjuangkan . Namun , cinta yang tulus dari seseorang yang mengagumimu dengan tulus akan membuat hidupmu terasa lebih berarti  ketika kamu mengerti arti dari perjuangannya #97~~
                                                                

                                                                       ~~THE END~~

0 Komentar untuk "Romance Cerpen"

Back To Top