Seberkas Harapan Senja
|
Ketika sang surya mulai mengendap di ujung peraduan , warna laut yang
mulai keemasan mengiringi senja indah di sore itu . riak – riak air laut nampak
mencumbui pasir di pinggir pantai ,hingga nampak kapal – kapal nelayan yang
mulai menepi berjejer rapi ditepi pantai itu . hembusan angin dari tengah laut
mulai terasa mengangkat pori – pori kulit ku yang sedari tadi dengan nyaman
duduk diantara bebatuan besar yang tetap kokoh berdiri meski dihempas
ombak dengan kerasnya.
Namaku Mony Farentika , aku biasa dipanggil Mony. Aku
mahasiswi semester 3 Biologi di salah
satu Universitas Negeri di Bandung . Aku memang terbiasa menghabiskan waktu bercengkrama dengan senja ketika pikiran
dipenuhi dengan masalah atau hanya sekedar mengadu kepada deburan ombak dengan
teriakan yang sering aku lampiaskan dari masalah yang menggerogoti pikiranku .
Untuk sekedar berimajinasi menenangkan pikiran membayangkan terbang bersama
burung camar yang dengan bahagia mengiringi senja di kala itu .
Duduk Tertegun sambil memeluk diri dengan dagu yang menempel diatas lutut , aku
pandangi senja yang masih berbaik hati menampakkan keindahan nya di sore itu .
Kuseka air mata yang terjun bebas dari pelupuk mata ini hingga pipi ini nampak
bermandikan oleh tetes demi tetesnya . benar – benar menyedihkan , aku bahkan
menangis dan selalu menangis karena satu hal . karna sosok pria itu aku merasa
sangat menyedihkan . aku bahkan tidak pernah mengerti atas alasan dari
kesedihan ini .
“Hey,apa yang kau lakukan disini sendirian ? “ terdengar suara
dari belakang yang cukup mengagetkanku .Sambil mengusap – ngusap mata yang
nampak memerah ini, aku mulai menolehkan pandangan menuju sumber suara yang aku
dengar . “Eh,kamu vin ,ngapain kamu disini ?” tanyaku dengan gugup . ternyata
suara itu dari alvin,dia adalah sahabatku sejak dari SMA . aku cukup dekat
dengannya .Ia bahkan cukup dekat dengan keluarga – keluargaku. “Eh,kamu abis nangis ya ?” tanya alvin yang
nampak cukup kaget melihat mataku yang memerah . “Enggak kok vin,tadi aku main
– main pasir , tapi tadi anginnya kencang jadinya kelilipan deh “ jawabku
sambil memalingkan muka darinya dan mencoba menyembunyikan kesedihan ini
darinya .”Udah,kamu nggak usah bohong deh mon,percuma juga kamu tutupin
kesedihan kamu itu ,aku itu udah lama kenal kamu mon . Pasti gara – gara dia
lagi ya ?” tanya Alvin sambil
memandangiku yang sudah tidak mampu lagi menahan tetesan air mata ini . “sok
tau kamu vin , aku nggak apa – apa kok,beneran “ jawabku sambil terbata – bata
. “Mon,aku kan udah sering bilang sama kamu,nggak ada gunanya kamu mikirin
orang yang sedikitpun tidak pernah menghargai rasa peduli kamu . Aku nggak mau
lihat kamu terus – terusan nyiksa diri
dengan kesedihan itu mon “ ucap Alvin sambil menenangkanku. Mendengar perkataan
alvin itu, seakan air mataku kembali terjun bebas di pipi ini . “Vin,aku juga
nggak tau kenapa aku sampai kayak gini . Tapi aku juga nggak bisa bohongin diri
aku sendiri,aku masih sayang sama dia.Aku tahu dia nggak pernah menghargai
semua yang aku kasih sama dia ,tapi setidaknya dia pernah bikin aku ngerasa dunia ini indah dengan
cinta yang pernah dia tunjukin ”
Tangisan ku pun semakin menjadi – jadi . “iya mon aku ngerti perasaan kamu,
setidaknya sekarang kamu harus sadar bahwa kamu udah dibodohi oleh rasa sayang
kamu sendiri . Kamu nggak boleh terus – terusan kayak gini . Kamu harus ngerti
mon,selama 3 bulan kamu pacaran dengannya , dia nggak pernah nganggep keberadaan
kamu di sampingnya .Sekarang kamu harus bangkit , lupain dia .” Alvin tampak
mengulurkan tangannya ke arahku sambil memegang sebuah sapu tangan jingga yang
bermotif kotak – kotak . “nih , Kamu nggak boleh sedih lagi ya ”ucap alvin.
“Makasih ya Vin” jawabku sambil mengambil sapu tangan ditangannya sembari
melayangkan sedikit senyuman kearahnya .
Ketika ruang terus bersekutu pada waktu , senja itu nampak
sudah mulai menghilang . Satu persatu tiang lampu yang berdiri tegak di
sepanjang hamparan pantai mulai memancarkan sinarnya . “Udah,sekarang kita
pulang ya mon. Udah mulai gelap ini “. “Iya,ayok.’’ jawabku sambil berdiri dan
bangkit dari duduk kami . Kamipun mulai melangkahkan kaki menuju tempat
parkiran menuju motor bebek alvin yang berwarna hijau itu . “Aku anterin kamu
pulang ya ?” tanya Alvin sambil menghadap kearahku sembari aku membalas dengan senyuman dan sedikit
anggukan kepala .
Beberapa hari
berlalu,dihari itu aku pulang lebih cepat dari biasanya , aku diantar teman
kampusku karena aku jatuh pingsan ketika hendak menuju salah satu kantin dibelakang
gedung kuliah kami . Aku bahkan harus
dilarikan kerumah sakit akibat kejadian itu . Kepalaku terasa begitu sakit ,
tubuhku terasa begitu lemah . Aku memang didiagnosa mengidap penyakit tifus
kronis yang sudah aku derita selama bertahun – tahun belakangan ini . Akibat
sakit ini,tubuhkan rentan lemah . Sedikit letih dapat menyebabkan penyakit ini
menyakiti ku . Bahkan tubuhku nampak kurus dan mukaku seringkali pucat ketika
sedikit saja kelelahan .
Dengan tubuh yang masih terasa lemah , selang infus nampak
tertancap di tangan ku . bahkan hidungku mulai tidak nyaman dengan bau obat –
obatan yang cukup mengganggu . Aku memang dikenal sedikit bermusuhan dengan
obat , seringkali aku lebih suka menahan sakit tanpa memberitahukan kepada ibu
ketimbang harus menelan butiran – butiran pahit itu. Aku mecoba membuka mata
dan ibu nampak mendengar ku yang meringis kesakitan . “Alhamdulillah,kamu udah
sadar nak .”ucap ibu yang nampak bahagia sambil mengusap kepalaku . “Aku dimana
bu ?” tanyaku dengan bingung . “kamu dirumah sakit nak , kamu pingsan ketika di
kampus , teman – temanmu yang mengantar kamu pulang kemarin .” ketika sedang
bicara dengan ibu , tiba – tiba pandanganku teralih fokus ke salah satu sudut
ruang tempat aku dirawat . “Bu,itu Alvin ? “ tanyaku dengan kaget . “Iya nak,
dari tadi malam alvin jagain kamu disini . Ketika ibu pulang dia sendiri yang
ngejagain kamu . Dia nampak begitu lelah hingga ia tertidur di kursi itu .” Entah
kenapa saat mendengar pernyataan ibu , aku nampak terdiam . Aku tidak tau alasannya
, hanya saja aku merasa bersalah atas apa yang ia tunjukan padaku . Selama ini
Alvin sudah cukup berkorban untuk keinginan – keinginan manjaku .Dan sekarang,
ia bahkan rela begadang semalaman demi ngejagain aku disini .
Tiba tiba , “eh,kamu udah sadar Mon .”tanya Alvin yang
tiba–tiba terbangun dari tidurnya . “iya Vin . Harusnya kamu nggak usah bela –
belain ngejagain aku sampai segini nya, entar malah kamu yang sakit juga Vin ”
ucapku .“Udah,aku udah biasa kok Mon ,
yang penting sekarang kamu udah sadar” Jawab alvin sambil mengusap – usap
kepalaku . “yaudah,sekarang mendingan kamu pulang dulu ya . kamu istirahat dulu
dirumah,aku udah nggak apa – apa kok Vin “ . “yaudah iya aku pulang,tapi kamu
harus cepat sembuh ya ,lawan sakit itu .
aku pulang dulu ya mon,buk “.ucap Alvin sambil menuju pintu keluar “iya
vin,hati – hati ya” jawab ibu sambil memandangi alvin .
Satu bulan berlalu, aku bahkan tidak masuk kuliah hingga
dua minggu akibat sakit itu . dihari itu tepatnya tanggal 7 November dengan
perasaan lelah aku pulang dari kampus , betapa terkejutnya aku saat membuka
pintu rumah . “Happy birthday to you ,happy birthday mony “. Dengan wajah
terkejut , mulutku tampak tak bisa berkata apa
- apa . Dihadapanku alvin memberi kejutan tak terduga , dihari ulang
tahunku yang bahkan aku sendiri lupa kalau aku hari ini ulang tahun . Sebuah
kue tar berwarna biru dipegang alvin dengan lilin berbentuk angka 19 diatasnya
yang sudah dinyalakan . Tanpa sepengetahuanku,Alvin beserta teman – teman sudah
menyiapkan ini dari jauh – jauh hari . “Tiup lilinnya , tiup lilinnya sekarang
juga”.Alvin bernyanyi sambil mengarahkan kue tar itu ke hadapanku . Sambil
memanjatkan doa dalam hati kutiup lilin itu yang diiringi tepuk tangan dari
teman – teman .”Mon,ini buat kamu” ucap alvin sambil memberikan sebuah boneka
beruang berwarna coklat yang cukup besar. “Vin,kamu nggak perlu sampai serepot ini . Udah
terlalu banyak kamu berkorban buat aku “. “Nggak mon,aku bahkan jauh lebih
merasa bahagia ketika aku mampu bikin kamu senang seperti ini . aku Cuma
berharap selalu punya waktu buat nunjukin rasa peduli aku ke kamu mon “ucap alvin . “maksud kamu apaan
sih vin “ tanyaku dengan sangat bingung . “mon, aku nggak bisa bohongin diri
aku sendiri ,aku sayang sama kamu . aku mungkin nggak sebaik dari orang – orang
yang pernah kamu kagumi . Aku hanya mampu nunjukin rasa peduli aku ke kamu
dengan hal – hal sederhana kayak gini .” aku terdiam mendengar pernyataan
alvin,tatapan ku kosong .Tetes air mata tanpa permisi jatuh di pelupuk mata.
sejenak aku berfikir, “betapa bodohnya nya aku dengan tidak menyadari besarnya
rasa peduli yang alvin tunjukin selama ini . Aku bahkan terbelenggu dalam ruang
imajinasi dengan memikirkan orang yang tidak pernah peduli terhadap aku . Ketika
itu , jauh lebih banyak sesuatu yang aku pikirkan dibandingkan sesuatu yang mampu
aku ungkapkan . Aku bahkan pernah dibodohi oleh rasa kagum yang salah aku tempatkan
.
Sejak hari itu aku dan alvin menjalin sebuah hubungan ,
menghabiskan banyak waktu bersamanya . hingga aku mendapatkan cinta yang besar
dari ketulusan yang alvin tunjukan . dari sini aku bisa belajar , untuk lebih
mendewasan diri . Aku sadar , jauh lebih baik menghargai rasa peduli seseorang
yang tulus,dibandingkan mengejar seseorang yang hanya menjadikan aku sebagai
pelampiasan . Cinta mampu mengubah dunia seseorang .Terkadang cinta mampu
membuat seseorang bodoh melihat dunia , namun cinta juga dapat menyadarkan
seseorang bahwa dunia itu indah tanpa kebodohan . Cinta dari seseorang yang kamu kagumi dalam
diam hanya akan mengajarkan kamu arti sebuah pengorbanan demi suatu harapan
yang kamu perjuangkan . Namun , cinta yang tulus dari seseorang yang
mengagumimu dengan tulus akan membuat hidupmu terasa lebih berarti ketika kamu mengerti arti dari perjuangannya #97~~
~~THE END~~

0 Komentar untuk "Romance Cerpen"